Month: March 2019

Dilema Si Ibu Tiri

Dilema Si Ibu Tiri

Dilema Si Ibu Tiri Sewaktu suami saya memberitahu tarikh untuk bertemu anak-anaknya, saya menyatakan ketakutan saya untuk menempuh saat itu. Ditanya mengapa, saya jawab: “Kita ni di zaman ibu tiri takutkan anak-anak. Bukan lagi zaman mitos mak tiri jahat macam hantu.” Dan akhirnya kami bertemu beberapa kali. Setiap kali pertemuan, ada yang dah berjumpa sebelumnya dan ada juga yang berjumpa dengan saya buat pertama kali. Pertemuan dengan anak-anak tiri saya berlanjutan sehinggalah hari pernikahan kami. Alhamdulillah, kami bergabung menjadi keluarga baru. Syukur alhamdulillah. Saya gembira kerana Allah mencampakkan perasaan complete dalam hati saya pada saat itu hinggalah kini. Alhamdulillah. MasyaAllah. Bermulalah kehidupan kami sebagai sebuah keluarga. Seperti keluarga lain, keluarga kami pun ada asam garamnya. Ada tangis dan tawa saling…

Puasa Pertama Sebagai Seorang Ibu

Puasa pertama sebagai seorang ibu Benarlah banyak kata-kata yang menyatakan bahawa para ibu adalah sekuat-kuat manusia. Puasa pertama saya sebagai seorang ibu amat mengagumkan. Walaupun saya ini seorang ibu instant, tetapi tugas dan tanggung jawab sebagai ibu tiada bezanya. Saya sama seperti ibu-ibu yang lain, atau lebih tepat; saya sama seperti suri rumah yang lain. Alhamdulillah, dengan izin Allah, suami membenarkan saya membuat keputusan untuk tidak bekerja dan duduk di rumah. Setelah 3 tahun makan gaji, akhirnya termakbul doa untuk kembali freelancing dan aktif berniaga dan menguruskan perniagaan online saya di www.wouii.com Sudah jadi asam garam, apabila menjadi suri rumah, agenda utama ialah menjaga makan pakai anak-anak dan suami. Namapun makan pakai, jadi pastinya lagenda pertama ialah mengisi perut anak-anak…

Rewarding Yourselves When It’s Due

Last week, when I laid my hands on the samples of my 1st-published-in-Malaysia book, The Deserted Wife the first thing I wanted to do next was to get myself the book I postponed to buy while waiting for my book to become out from the publication house. Why? Because by delaying so, I felt more rewarding and deserving to buy the book that I wanted. When I arrived to the bookstore, I quickly headed to shelf where the book that I wanted was located. There were totally two books that I wanted but the one at the most back row was the one I wanted more than the other one. At that point of time, I learned a great deal about…

Book Review: The Deserted Wife  (ISBN: 978-967-16894-0-0)

Penned with every teardrop, I finally managed to finish my first book ever published in Malaysia; The Deserted Wife (ISBN: 978-967-16894-0-0). Before this, it took me years to complete it. Not because I wanted it to be thick but because it was not easy to speak of your failed marriage. The Deserted Wife is a true story of my own marriage that only lasted for four months. Sharing about how the feelings grew fonder, it evolves until the day of our court hearing. Get your copies of The Deserted Wife here The writing process was never easy. It was written in many forms before things were combined into a book. I could not pen it in a diary form because…

Back to top